5 AI Untuk Review Jurnal yang Bisa Mempermudah Akademisi

by Aasholah
0 comments 36 views

Bagi mahasiswa, peneliti, dosen dan akademisi lainnya membuat atau mereview jurnal merupakan kegiatan yang intens dilakukan. Terutama seorang dosen yang sudah memiliki NIP atau NIDN, maka membuat jurnal ilmiah adalah suatu kewajiban setiap semester. Membuat dan mereview jurnal ini merupakan pekerjaan yang sedikit rumit, karena ada tahapan dan ketentuan yang harus dipatuhi. Namun, di zaman sekarang ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mendominasi sudah bermunculan AI yang membantu proses pembuatan jurnal. Termasuk salah satunya adalah AI untuk review jurnal.

Tentu hal ini merupakan perkembangan zaman yang perlu diapresiasi. Meski dapat mempermudah manusia, pastinya harus digunakan dengan lebih bijak. Jurnal ilmiah merupakan salah satu sumber informasi berdasarkan hasil riset, jadi ketika menggunakan AI untuk review jurnal—pastikan untuk mengoreksi ulang secara manual. Tentunya, Agar data hasil riset tersebut tidak menjadi informasi yang dapat menyesatkan pembaca.

Kalau kamu mau mencoba beberapa AI yang dapat membantu proses pembuatan jurnal ilmiah, mari simak beberapa website berbasis AI berikut ini:

1. Scisummary

Layanan pada website Scisummary menggunakan kecerdasan buatan untuk merangkum jurnal ilmiah dalam hitungan detik. Tujuan utama website ini dibangun untuk mempermudah kebutuhan riset. Terutama untuk pengguna yang tidak memiliki waktu senggang untuk membaca artikel ilmiah yang panjang dan rumit.

Hasil rangkumannya jauh lebih akurat jika dibandingkan dengan Chat GPT. Jika tidak percaya, kamu dapat mencobanya dengan mengunjungi halaman website https://scisummary.com/. Cukup dengan mengirimkan dokumen jurnal ilmiah, kamu sudah dapat ringkasannya. AI untuk review jurnal ini memang dibuat untuk mempermudah para penggunanya, selain cukup dengan mengupload file PDF kamu juga bisa mengirimkan jurnal yang ingin direview melalui email Scisummary.

Fitur pada website ini tentunya free alias gratis, namun ada batasan dokumen yang dapat di review. Baik batasan dalam jumlah kata, ataupun dalam jumlah dokumen. Dan apabila ingin mendapatkan akses lebih banyak, maka bisa menggunakan layanan premium dengan berlangganan seharga kurang dari $2 saja. Murah bukan?

2. Resoomer

Resoomer adalah sebuah website berbasis AI untuk review jurnal yang diluncurkan pada tahun 2016 oleh Rony Epaminondas. Selain untuk mereview jurnal, website ini juga dapat membantu penggunanya untuk merangkum dan membaca dokumen berbasis teks. Seperti artikel berita, esai, bahkan buku bacaan. Keunggulan Resoomer cukup menakjubkan bukan? Kamu bisa mencoba beberapa fitur yang disediakan melalui halaman website https://resoomer.com/id/.

Uniknya, teknologi AI yang digunakan oleh Resommer memungkinkan pengguna untuk menindaklanjuti hasil ringkasan atau review yang sudah dibuat. Pengguna bisa menanyakan lebih lanjut apabila hasilnya kurang memuaskan. Sehingga dapat menambah wawasan atau alternatif jawaban kepada para penggunanya. Mantap bukan?

Resoomer juga tersedia dalam bentuk ekstensi browser untuk Google Chrome dan Mozilla Firefox. Sehingga untuk menggunakan fitur dan layanannya, pengguna tidak hanya dapat mengaksesnya menggunakan halaman website. Hal ini tentunya dapat mempermudah para pengguna dan dapat menjadi alat yang sangat berguna bagi siapa pun yang memerlukan bantuan dalam mereview dan merangkum teks.

3. Scite.ai

AI untuk review jurnal berikutnya adalah Scite.ai, merupakan website berbasis AI yang menawarkan sejumlah fitur yang berguna bagi peneliti, dosen, akademisi dan mahasiswa. Khususnya dapat membantu dalam proses pembuatan jurnal atau artikel ilmiah. Salah satu fitur yang paling membantu adalah “Smart Citations” fitur ini gunanya untuk mengecek relevansi citation (kutipan) yang ada pada sebuah jurnal. Sehingga pengguna dapat melihat konteks dari suatu kutipan—apakah jurnal tersebut menjadi bukti yang mendukung atau malah bertentangan dengan klaim yang dikutip.

Fitur lainnya yakni pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan akan mendapatkan jawaban yang didukung oleh hasil penelitian lain. Fitur ini tentunya dapat membantu untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Selain itu, pengguna juga dapat mencari informasi berdasarkan metadata (seperti judul & abstrak) serta gagasan sebuah kutipan yang diindeks dari teks artikel penelitian.

Hadirnya Scite.ai sangat membantu pada proses pembuatan jurnal ilmiah, ada fitur lain yang tak kalah menarik seperti Create Custom Dashboards, Reference Check dan Journal Metrics. Untuk merasakan berbagai fitur premium yang ada di Scite.ai kamu bisa berlangganan dengan biaya senilai $20 per bulan.

4. Semantic Scholar

Semantic Scholar adalah sebuah platform penelitian berbasis literasi ilmiah—yang didukung oleh teknologi AI. Platform ini dikembangkan di Allen Institute for AI dan dirilis secara publik pada November 2015. Tujuan utamanya adalah untuk membantu para peneliti, ilmuwan dan akademisi untuk menemukan, menjelajahi, dan memahami literasi ilmiah dengan lebih efisien.

Salah satu fitur utamanya adalah menyajikan ringkasan satu kalimat dari setiap jurnal ilmiah. Sehingga memudahkan pengguna mendapatkan gambaran umum tentang isi suatu jurnal tanpa harus membaca secara detail. AI untuk review jurnal ini juga memiliki fitur rekomendasi penelitian adaptif sehingga mempermudah mempelajari referensi bacaan dan dapat merekomendasikan penelitian terbaru yang relevan.

Teknologi AI yang dikembangkan Semantic Scholar berfokus pada identifikasi elemen-elemen penting dari berbagai sumber literasi ilmiah. Kemudian teknologi AI juga digunakan untuk menemukan hubungan tersembunyi antara topik-topik penelitian. Intinya, Semantic Scholar berfokus untuk memperluas pemahaman dan eksplorasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

5. Summarizebot

Situs summarizebot.com juga merupakan website berbasis AI untuk review jurnal. Teknologi AI yang digunakan berfokus untuk mengekstraksi, mengatur dan menganalisis informasi secara ilmiah. Saat ini, perusahaan Summarizebot lebih berfokus pada industri hukum, konsultan, keuangan, penerbitan, media, otomotif, kesehatan, farmasi, perhotelan, perjalanan, dan lain-lain. AI untuk review jurnal ini juga memiliki fitur lain diantaranya adalah:

  • Summary Generation; Fitur ini membantu pengguna untuk mendapatkan informasi yang lebih baik caranya dengan dengan mengekstrak bagian-bagian yang paling penting dari konten yang di submit.
  • News Summaries; Fungsinya adalah untuk mendapatkan ringkasan berita terupdate. Cukup ketikkan “terbaru” atau “berita” diikuti dengan subjeknya, maka bot akan menyarankan berita terbaru sesuai keinginan pengguna.
  • Keywords Extraction; Manfaat fitur ini adalah untuk mengklasifikasi informasi berdasarkan ‘kata kunci’ yang dipilih. Sehingga kamu dapat memahami dalam hitungan detik terkait konten uang di submit berdasarkan kata kunci yang paling relevan.

Selain ketiga fitur tersebut, kamu dapat menikmati fitur-fitur menarik lainnya, untuk lebih lengkapnya bisa dilihat langsung pada halaman resminya yaitu https://www.summarizebot.com/.


Demikianlah beberapa rekomendasi AI untuk review jurnal yang dapat mempermudah para peneliti, dosen, mahasiswa atau akademisi lainnya. Dengan mengetahui kelima website berbasis AI tersebut, tentunya dapat membantu dalam proses pembuatan jurnal ilmiah. Namun, meski demikian karena jurnal ilmiah merupakan sumber ilmu pengetahuan—pastikan dalam membuatnya tidak asal menggunakan layanan berbasis AI.

Tentunya data-data dan isi jurnal ilmiah harus dapat dipertanggungjawabkan oleh para pembuatnya. AI untuk review jurnal bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin agar dapat mempermudah para penggunanya. Tanpa mencederai orisinalitas dari jurnal yang direview ataupun yang akan dibuat.

Related Posts